Struktur Kurikulum SD (Fase A, B, C)
Struktur Kurikulum SD (Fase A, B, C)
Struktur kurikulum di sekolah dasar dibagi ke dalam kelompok usia perkembangan anak yang disebut Fase. Pembagian ini memungkinkan guru merancang pembelajaran yang berkelanjutan tanpa terhambat oleh batasan kelas tahunan yang kaku.
Pembagian Fase Belajar di SD
Berikut adalah pembagian jenjang kelas sekolah dasar ke dalam tiga fase perkembangan belajar:
- Fase A (Usia Awal): Meliputi Kelas 1 dan Kelas 2. Fokus pembelajaran ditekankan pada penguatan literasi dasar (membaca, menulis) dan numerasi permulaan.
- Fase B (Usia Menengah): Meliputi Kelas 3 dan Kelas 4. Siswa mulai diperkenalkan pada konsep mata pelajaran yang lebih terintegrasi seperti Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
- Fase C (Usia Akhir): Meliputi Kelas 5 dan Kelas 6. Fokus pembelajaran diarahkan pada kemampuan analisis tingkat tinggi dan persiapan transisi menuju jenjang SMP.
Struktur Alokasi Waktu Belajar
Jam pelajaran (JP) di SD dialokasikan menjadi dua kegiatan utama, yaitu kegiatan intrakurikuler (tatap muka kelas) dan kokurikuler (projek P5). Alokasi waktu dihitung secara akumulatif per tahun ajaran:
| Kegiatan Belajar | Alokasi Waktu Rata-Rata | Keterangan |
|---|---|---|
| Intrakurikuler | Sekitar 70% - 80% dari total JP | Pembelajaran mata pelajaran reguler di kelas. |
| Kokurikuler (P5) | Sekitar 20% - 30% dari total JP | Kegiatan projek penguatan karakter Pancasila. |
Contoh Perubahan Mata Pelajaran
Dalam struktur Kurikulum Merdeka SD, mata pelajaran IPA dan IPS digabung menjadi IPAS yang mulai diajarkan di Kelas 3 (Fase B). Penggabungan ini bertujuan membantu anak menganalisis fenomena alam dan sosial di sekitar mereka secara utuh, bukan terpisah-pisah. Mata pelajaran Bahasa Inggris juga diposisikan sebagai mata pelajaran pilihan sesuai kesiapan sarana sekolah.